Minggu, 29 Juni 2014

Untukmu, pengamat langit..



Sayang, aku mohon tenanglah, jangan buat aku resah dan gelisah.. tenangkan hatimu, damaikan jiwamu, hiruplah udara segar diluar sana..  
Ingin rasanya aku menggenggam tanganmu, membantumu untuk mencari nyaman yang kau butuhkan... Sayang, aku ingin tahu seberapa besar gejolak jiwamu kini merengkuh dirimu? Transformasi memang dibutuhkan setiap orang dalam fase kehidupannya demi pencapaian hidupnya yang maksimal. Maka aku bangga karna kamu sedang berusaha melaluinya.. Aku yakin kau mampu melaluinya, aku percaya kau akan mampu mencapai puncaknya, tapi aku ingin kau tetap bahagia.
Aku tersiksa melihatmu dalam benturan, tapi itulah proses.. akan kutahan sakit ini karna aku tahu kau juga merasakan sama sepertiku. Jadilah kamu seseorang yang mampu menguasai diri, temukanlah apa yang menjadi tujuan hidupmu, berpeganglah pada imanmu, tentramkan hatimu, kelak kau akan membahagiakan dirimu dan keluargamu..
Hai pengamat langit, kenalkah kau akan dirimu? Kau lelaki baik, jauh didalam dirimu bisa kulihat semangat hidup dalam taqwa, serta kemuliaan hati. Teruslah teguh dalam perjalanan lurusmu itu hingga tak berbatas waktu. Tersenyumlah karna Tuhan juga pasti tersenyum melihatmu..
Pengamat langit, ajarkan aku untuk menjadi manusia dengan taqwa sehingga aku harap aku pantas berdiri disampingmu kelak ketika kita dipertemukan. Aku masih sangat berharap akan ucapmu di lain masa di hari kita memilih jalan, ketika kau ingin kita berhenti sampai disini dan kau berucap akan mengulang kembali kisah dengan payung sah iman yaitu pernikahan.
Kuharap engkau akan selalu mengingat itu didalam hatimu, alasan mengapa aku tegar berdiri, berjuang mempertahankan rasa cinta kita agar selau ada..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar