Sayang, aku
mohon tenanglah, jangan buat aku resah dan gelisah.. tenangkan hatimu, damaikan
jiwamu, hiruplah udara segar diluar sana..
Ingin rasanya
aku menggenggam tanganmu, membantumu untuk mencari nyaman yang kau butuhkan...
Sayang, aku ingin tahu seberapa besar gejolak jiwamu kini merengkuh dirimu? Transformasi
memang dibutuhkan setiap orang dalam fase kehidupannya demi pencapaian hidupnya
yang maksimal. Maka aku bangga karna kamu sedang berusaha melaluinya.. Aku
yakin kau mampu melaluinya, aku percaya kau akan mampu mencapai puncaknya, tapi
aku ingin kau tetap bahagia.
Aku tersiksa
melihatmu dalam benturan, tapi itulah proses.. akan kutahan sakit ini karna aku
tahu kau juga merasakan sama sepertiku. Jadilah kamu seseorang yang mampu
menguasai diri, temukanlah apa yang menjadi tujuan hidupmu, berpeganglah pada
imanmu, tentramkan hatimu, kelak kau akan membahagiakan dirimu dan keluargamu..
Hai pengamat
langit, kenalkah kau akan dirimu? Kau lelaki baik, jauh didalam dirimu bisa
kulihat semangat hidup dalam taqwa, serta kemuliaan hati. Teruslah teguh dalam
perjalanan lurusmu itu hingga tak berbatas waktu. Tersenyumlah karna Tuhan juga
pasti tersenyum melihatmu..
Pengamat
langit, ajarkan aku untuk menjadi manusia dengan taqwa sehingga aku harap aku
pantas berdiri disampingmu kelak ketika kita dipertemukan. Aku masih sangat
berharap akan ucapmu di lain masa di hari kita memilih jalan, ketika kau ingin
kita berhenti sampai disini dan kau berucap akan mengulang kembali kisah dengan
payung sah iman yaitu pernikahan.
Kuharap engkau
akan selalu mengingat itu didalam hatimu, alasan mengapa aku tegar berdiri, berjuang
mempertahankan rasa cinta kita agar selau ada..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar