Hari ini aku
belajar untuk lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Aku ingin tetap tenang
dalam kedamaian semesta, semesta tidak butuh manusia dengan kelemahan jiwa..
maka dari itu aku putuskan untuk berdiri tegar dalam pencapaian tujuan hidupku,
yaitu kebahagiaan orang-orang terkasihku.
Tuhan selalu
tau gejolak dalam hatiku, hanya Dia-lah cahaya yang paling terang didalam jiwa,
yang mampu menguatkanku untuk berjalan bahkan diatas kerikil tajam.
Pantaskah aku
Tuhan menjadi hambamu dalam taqwa? Banyak kelam dalam hidupku yang aku rasa tak
akan termaafkan.. Tuhan, jika kini aku berdiri di jalan yang lurus maka aku
mohon jadikanlah kerikil-kerikil didepan mataku tidak membuat aku merubah
haluan. Peluklah aku Tuhan, jadikan aku dewasa dalam setiap masalahku. Buatlah
hatiku setegar jiwa ibuku, jatuhkanlah airmataku hanya ketika aku ada
dihadapMu.
Tuhan,
tunjukkanlah padaku jalan terbaik untuk kakiku melangkah.. jangan jadikan aku
hamba yang penakut dalam setiap penghadapan pada suatu pengambilan keputusan.
Jika itu benar, maka kuatkanlah aku sehingga jalanku tidak akan goyah.
Dalam sebuah
perenungan, lahir, jodoh, dan mati adalah rahasiaMu. Aku tak pernah tahu
mengapa aku dilahirkan tanpa boleh memilih untuk tidak dilahirkan atau
dilahirkan oleh siapa, dari keluarga kaya atau miskin, dari bangsa quraisy atau
yahudi, ataupun dari sebuah keadaan senang atau kemelaratan. Mati, kapan Kau
ingin bertemu denganku Tuhan? Akankah aku mati dengan baik dihadapan keluargaku
dan teman-temanku? Akankah aku mati dengan mengucap puja-puji untukMu? Akankah
aku mati dengan bersimbahan darah dan linangan air mata keluarga yang sangat
aku cintai? Akankah aku mati besok atau lusa? Semua hanya Kau yang mengatur,
karna aku tahu Kaulah Tuhan semesta yang punya rencana terbaik untuk setiap
inci kehidupan.
Jodoh yang
masih tertutup kabut tebal, tapi aku ingin merekomendasikan pilihanku padaMu
Tuhan.. Bolehkah aku bicara? Lelaki ini sanggup buatku banyak berubah, syukurku
karna aku dipertemukan dengannya. Apakah dia jodoh yang Kau pilihkan untukku?
Terlalu muda
kah aku untuk bicara cinta saat ini? Usiaku 19 tahun. Kalau aku bicara jodoh,
mungkinkah sisa umurku tinggal 4 atau 5 tahun lagi? Atau sisa usiaku masih 50
tahun lagi? Aku baru tinggal bersama keluargaku sepanjang 19 tahunku, kalau
sisa usiaku masih 50 tahun lagi dan aku harus tinggal bersama jodohku, maka
sama saja aku menyia-nyiakan masa pengabdianku kepada ibu dan ayahku.
Izinkan aku
untuk memohon padaMu atas lelaki pilihanku, simpankanlah hatinya untukku Tuhan,
entah pada akhirnya sesuai atau tidak dengan rencanaMu, setidaknya aku telah
berusaha. Biarkan aku mengabdi dulu untuk kedua orangtuaku, sampai waktu yang
tepat Kau pertemukan kami pada cinta dan restu semesta.