27 Juni 2014
8:26
Selamat pagi
cinta
Bahagianya
diriku pagi ini kamu berkabar. Sesak hati sejak kemarin telah terbayar.. Kamu
baik, aku jauh lebih baik. Kamu sehat, aku pun sehat.
Jiwa ini jauh
lebih tenang, jemari ini jauh lebih kuat menggenggam, mataku tidak lagi
berenang dalam derasnya air mata.
Sayang,
banyak cerita yang kamu lewatkan selama tak berkabar. Tahukah kamu? Di banyak
malam aku terbangun disela tidur lelapku, memikirkan engkau dalam bayang. Apa kau
juga sama? Rasa tersiksa ini sama seperti di lain waktu ketika kita bersama
berlari mencari jalan keluar. Ingatkah kamu?
Lalu
bagaimana kelanjutan cerita kita? Masihkah kita bertahan dalam diam, bantulah
aku untuk tegar..
21:12
Dunia harus
selalu melihatku tersenyum, hanya dihadapan Tuhanku seharusnya aku menangis.
Saat ini aku
ingin tersenyum, tanpa kamu tapi dengan bayangmu. Memang gila rasanya, baru
kemarin aku bersimpuh dihadapan Tuhan dengan derasnya air mata mengingatmu,
tapi kini aku membayangkan kebahagiaan tersirat dalam dua bayang wajah, kamu
dan aku.
Hanya karna
kamu berkabar beberapa patah kata, “untuk saat ini aku tidak bisa
menghubungimu, jaga kesehatanmu ya!”
Dalam hatiku
membaca, “aku mencintaimu. Percayalah padaku, tunggu aku dengan setiamu.. aku
akan kembali”
Lucu memang..
Cinta..
alasan kita berpisah memang tepat (yang tak dapat disebutkan). Tekadkanlah dalam
hatimu untuk perubahan, semoga kamu lelaki yang benar aku percayai. Sungguh aku
sangat berharap pada ucapanmu. Kelak kita akan kembali dalam komitmen, komitmen
membahagiakan di level yang lebih tinggi daripada ini.
Kebebasanku
sekarang akan aku fokuskan pada pencapaian tujuan hidupku dan membantumu
mencapai tujuan hidupmu. Entah dengan kau mengjizinkan aku tetap disampingmu,
atau hanya akan aku kirimkan doa tulus ini dari jauh. Yang terpenting, yang
harus kamu tahu, aku berdiri disini dalam setiaku padamu.
Kita, satu
dalam cinta namun tak lagi bersama, berharap dipertemukan dalam ridha Tuhan
kelak. Kini walaupun tak bersama dalam genggaman, kita tetap harus dalam
lingkar persaudaraan, itu janjimu. Memang berbeda tetapi jauh lebih baik
daripada aku harus benar-benar pergi tanpa mengusahakan cinta yang aku
percayai.
Terimakasih
untuk kasihmu hingga hari ini, cinta..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar