Sabtu, 28 Juni 2014

Ingatkah kamu, cinta..



Sayang, kamu telah masuk terlalu jauh dalam hatiku..
Banyak masa, banyak cerita, banyak kata yang sudah kita lalui..
Ingatkah kamu ketika kita bersama dalam bahagia? Kita lupakan logika, kita lakukan hal yang gila, tapi kita tertawa bersama.
Ingatkah kamu ketika kita bersama dalam diam? Mencoba melawan rasa rindu, menawan rasa cinta.. Begitu sakit dan menyiksa. Begitu deras air mata yang keluar untukku sebagai wanita, tapi begitu kuat ketegaranmu sebagai lelakiku.
Ingatkah kamu ketika kita bermain bersama dalam derasnya hujan? Kamulah satu-satunya orang yang membuatku bersahabat dengan hujan. Kamu mengajariku bahwa hujan mampu menciptakan bahagia yang sederhana, mampu menutupi kesedihan dan membawanya pergi bersama lalunya.
Ingatkah kamu ketika kita bersama dibawah senja di banyak masa? Bolehkah kita ulang kembali? Aku sungguh merindukannya, rindu wajahmu yang memancarkan cinta, rindu tatapan matamu yang menyiratkan kasih, rindu sentuhan lembut yang mengartikan “aku cinta padamu”.
Ingatkah kamu ketika kita bersama berdiri di ujung persimpangan? Memilih untuk diam menerka-nerka jalan mana yang lebih baik untuk aku dan kamu lalui.. nyatanya kita mampu memilih jalan yang sama, jalan yang mampu menyatukan hati kita.
Ingatkah kamu ketika kita berdua berada di tengah-tengah orang yang kita kasihi? Ketika aku berada di tengah keluargamu? Ketika kamu berada di antara keluargaku terkasih? Dan ketika kita berziarah ke makam ayahmu? Hal hal ini jauh lebih indah dibandingkan beribu hal yang biasa pasangan lain lakukan. Terimakasih untuk kenangan termanis yang engkau pernah berikan..
Sayangku, dibanyak waktu aku berfikir, pantaskah aku menjadi pendampingmu? dengan kebaikan hatimu, kau akan bisa mendapati wanita yang jauh lebih baik dari pada aku.
Tapi aku benar tulus mencinta, percayalah. Aku mau berusaha menjadi sempurna untukmu.
Aku mengenalmu sudah cukup baik, tak pernah sekalipun aku ragu, ragu akan cintaku padamu. Izinkan aku untuk tetap memperjuangkan kamu dan cinta kita.
Teruntuk kamu cinta, jauh dimasa sebelum aku mengenalmu, aku wanita egois.. tak aku hargai perasaan cinta laki-laki yang mencintaiku, aku tinggi hati, merasa merekalah yang memerlukanku, bukan aku yang memerlukannya. Tapi kini semua berubah semenjak kamulah cintaku, aku adalah orang yang sangat bersyukur bisa mengenalmu, bisa menjadi teman bicaramu, bisa menggenggam tanganmu, dan sekarang aku berharap bisa menjadi pendamping hidupmu kelak. Terlalu muluk kah inginku?
Kau sosok lelaki sederhana, tapi sempurna bagiku.. apabila melihat jauh ke dalam, tak dapat aku temukan lagi lelaki sepertimu. Banggalah aku atasmu, kamu yang sangat mengikat hatiku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar