Sayang, kamu
telah masuk terlalu jauh dalam hatiku..
Banyak masa,
banyak cerita, banyak kata yang sudah kita lalui..
Ingatkah kamu
ketika kita bersama dalam bahagia? Kita lupakan logika, kita lakukan hal yang
gila, tapi kita tertawa bersama.
Ingatkah kamu
ketika kita bersama dalam diam? Mencoba melawan rasa rindu, menawan rasa cinta..
Begitu sakit dan menyiksa. Begitu deras air mata yang keluar untukku sebagai
wanita, tapi begitu kuat ketegaranmu sebagai lelakiku.
Ingatkah kamu
ketika kita bermain bersama dalam derasnya hujan? Kamulah satu-satunya orang
yang membuatku bersahabat dengan hujan. Kamu mengajariku bahwa hujan mampu
menciptakan bahagia yang sederhana, mampu menutupi kesedihan dan membawanya
pergi bersama lalunya.
Ingatkah kamu
ketika kita bersama dibawah senja di banyak masa? Bolehkah kita ulang kembali?
Aku sungguh merindukannya, rindu wajahmu yang memancarkan cinta, rindu tatapan
matamu yang menyiratkan kasih, rindu sentuhan lembut yang mengartikan “aku
cinta padamu”.
Ingatkah kamu
ketika kita bersama berdiri di ujung persimpangan? Memilih untuk diam
menerka-nerka jalan mana yang lebih baik untuk aku dan kamu lalui.. nyatanya
kita mampu memilih jalan yang sama, jalan yang mampu menyatukan hati kita.
Ingatkah kamu
ketika kita berdua berada di tengah-tengah orang yang kita kasihi? Ketika aku
berada di tengah keluargamu? Ketika kamu berada di antara keluargaku terkasih?
Dan ketika kita berziarah ke makam ayahmu? Hal hal ini jauh lebih indah
dibandingkan beribu hal yang biasa pasangan lain lakukan. Terimakasih untuk
kenangan termanis yang engkau pernah berikan..
Sayangku,
dibanyak waktu aku berfikir, pantaskah aku menjadi pendampingmu? dengan
kebaikan hatimu, kau akan bisa mendapati wanita yang jauh lebih baik dari pada
aku.
Tapi aku
benar tulus mencinta, percayalah. Aku mau berusaha menjadi sempurna untukmu.
Aku
mengenalmu sudah cukup baik, tak pernah sekalipun aku ragu, ragu akan cintaku
padamu. Izinkan aku untuk tetap memperjuangkan kamu dan cinta kita.
Teruntuk kamu
cinta, jauh dimasa sebelum aku mengenalmu, aku wanita egois.. tak aku hargai
perasaan cinta laki-laki yang mencintaiku, aku tinggi hati, merasa merekalah
yang memerlukanku, bukan aku yang memerlukannya. Tapi kini semua berubah
semenjak kamulah cintaku, aku adalah orang yang sangat bersyukur bisa
mengenalmu, bisa menjadi teman bicaramu, bisa menggenggam tanganmu, dan
sekarang aku berharap bisa menjadi pendamping hidupmu kelak. Terlalu muluk kah
inginku?
Kau sosok
lelaki sederhana, tapi sempurna bagiku.. apabila melihat jauh ke dalam, tak dapat
aku temukan lagi lelaki sepertimu. Banggalah aku atasmu, kamu yang sangat
mengikat hatiku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar